Kasi Intel Kejari Binjai Bekali Mahasiswa Baru STMIK Methodist Binjai: Bentuk Karakter dan Etika Digital di Era Siber

Kasi Intel Kejari Binjai Bekali Mahasiswa Baru STMIK Methodist Binjai: Bentuk Karakter dan Etika Digital di Era Siber

Binjai, stmikmethodist.ac.id — Semangat baru terpancar dari wajah ratusan mahasiswa baru STMIK Methodist Binjai yang mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, Senin (29/9/2025) di Ruang Seminar STMIK Methodist Binjai.
Acara tahunan ini menjadi momentum digital onboarding bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dunia kampus, sistem akademik, hingga nilai-nilai karakter yang akan menjadi fondasi dalam perjalanan pendidikan tinggi mereka.

Kegiatan dibuka dengan serangkaian materi interaktif dan edukatif, mulai dari etika kehidupan kampus, pengenalan sistem perkuliahan, aplikasi akademik digital, hingga Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Seluruh rangkaian dikemas dalam format edukasi hybrid yang menggabungkan presentasi langsung dan konten multimedia kampus.

Fokus Materi: Hukum dan Kejahatan Dunia IT

Menariknya, STMIK Methodist Binjai menghadirkan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, Noprianto Sihombing, SH, MH, sebagai narasumber utama dengan topik “Hukum dan Kaitannya dengan Tindak Kejahatan di Dunia IT.”

Dalam paparannya, Noprianto mengingatkan pentingnya kesadaran hukum di kalangan mahasiswa teknologi informasi. Ia menyoroti fenomena meningkatnya kasus cybercrime seperti penyalahgunaan data pribadi, penipuan digital, dan kejahatan berbasis aplikasi.

“Mahasiswa IT harus menjadi garda terdepan dalam membangun ekosistem digital yang bersih dan bermoral. Gunakan kemampuan teknologi untuk kebaikan, bukan pelanggaran,” tegasnya.

 Pesan untuk Mahasiswa Baru

Perwakilan Yayasan Methodist Indonesia Binjai, Hendi Rahalim, SH, S.Kom, menyampaikan sambutan hangat kepada mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa PKKMB bukan sekadar acara seremonial, tetapi proses pembentukan karakter digital dan mental akademik yang akan menentukan masa depan mahasiswa.

“PKKMB adalah awal perjalanan menuju masa depan digital yang cemerlang. Manfaatkan setiap kesempatan belajar di STMIK Methodist Binjai, karena dunia menanti kontribusi kalian,” ujarnya dalam sesi wawancara eksklusif dengan tim redaksi Media Kampus Methodist.

 Membangun Keakraban dan Budaya Kolaboratif

Selain materi akademik, kegiatan ini juga menghadirkan sesi ice breaking dan interaksi terbuka antara mahasiswa baru, dosen, serta staf kampus. Suasana hangat yang tercipta menjadi konten human interest yang menggambarkan budaya inklusif dan kekeluargaan di STMIK Methodist Binjai.

Penanggung jawab PKKMB 2025, Drs. Dahrim Sukatendel, M.Pd, melaporkan bahwa kegiatan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi.

“Harapan kami, mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat lingkungan kampus, mengembangkan karakter unggul, dan siap beradaptasi dengan tantangan era digital,” jelasnya.

 Menuju Generasi Emas 2045

Dalam kesempatan yang sama, Irwan Jani Tarigan, M.Kom, didampingi Marwa Halim, M.T.I, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, menegaskan komitmen STMIK Methodist Binjai dalam mendukung program pemerintah menuju Generasi Emas 2045.

“Kami menanamkan nilai integritas, etika digital, dan kemampuan teknologi global agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja dan menjadi kebanggaan Indonesia,” tutur Irwan.

STMIK Methodist Binjai berkomitmen menjadi digital campus yang humanis dan berdaya saing global, melalui kurikulum berbasis teknologi informasi, penguatan literasi digital, dan pembinaan karakter mahasiswa.

 Tentang STMIK Methodist Binjai

Sebagai salah satu kampus unggulan di Kota Binjai, STMIK Methodist Binjai konsisten menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan tinggi berbasis IT. Melalui berbagai program digitalisasi kampus, Media Kampus Online, dan konten edukatif di media sosial, STMIK Methodist Binjai terus memperkuat branding sebagai kampus teknologi berkarakter di Sumatera Utara.


Reporter: Tim Redaksi Media Kampus Methodist
Foto & Dokumentasi: Unit Humas STMIK Methodist Binjai
Publikasi Digital: @stmikmethodistbinjai • #PKKMB2025 #KampusDigital #GenerasiEmas2045

STMIK Methodist Binjai Gelar Seminar Motivasi dan Outbound, Cetak Generasi Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

STMIK Methodist Binjai Gelar Seminar Motivasi dan Outbound, Cetak Generasi Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Gelak tawa dan sorak penuh semangat terdengar memenuhi kawasan Taman Edukasi Binjai, Sabtu (23/8/2025). Ratusan mahasiswa, staf, dan dosen STMIK Methodist Binjai larut dalam berbagai permainan outbound yang menuntut kerja sama, kekompakan, sekaligus strategi. Suasana hangat ini menjadi penutup rangkaian kegiatan seminar motivasi bertajuk “Win Your Mindset, Achieve Your Brighter Future.”

Namun, sebelumnya suasana begitu khidmat saat seminar motivasi dibuka. Christopher Huang, narasumber utama, menggugah para mahasiswa dengan ajakan sederhana namun dalam: menata pola pikir positif dan melatih keberanian untuk menghadapi tantangan. “Mindset adalah kunci. Jika pola pikir sudah benar, kesuksesan tinggal menunggu waktu,” ujarnya yang disambut tepuk tangan riuh.

Kegiatan ini tidak sekadar seremonial. Ketua Pembina Yayasan Methodist Indonesia Binjai, Peterus, SH, MM, menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari upaya yayasan untuk membentuk generasi tangguh. Menurutnya, mahasiswa perlu dipersiapkan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan karakter. “Tantangan ke depan semakin kompleks. Dengan mental yang kuat dan mindset yang benar, mahasiswa kita akan mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif,” tegasnya.

Pendapat serupa disampaikan Ketua STMIK Methodist Binjai, Reza Alamsyah, M.Kom. Ia menilai seminar dan outbound ini adalah momentum penting bagi kampus untuk memperkuat jati diri mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan, tapi juga memiliki daya juang, kreativitas, dan semangat kolaborasi. Dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kepintaran, tetapi juga keberanian menghadapi perubahan,” ungkap Reza.

Tak heran, kegiatan yang difasilitasi oleh 3D Company ini menuai antusiasme tinggi. Banyak mahasiswa mengaku termotivasi untuk lebih serius menata rencana hidup mereka. Beberapa bahkan menyebut pengalaman outbound menjadi titik balik, menyadarkan bahwa keberhasilan tak bisa diraih sendiri, melainkan melalui kerja sama dan dukungan tim.

Dengan semangat baru yang terpatri, STMIK Methodist Binjai berharap para peserta dapat menjadikan kegiatan ini sebagai bekal nyata dalam perjalanan akademik dan kehidupan mereka. Seperti yang diungkapkan salah seorang mahasiswa, “Kami pulang bukan hanya dengan kenangan, tapi dengan keberanian menatap masa depan.

STMIK Methodist Binjai Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Semangat Kebersamaan

STMIK Methodist Binjai Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Semangat Kebersamaan

Binjai — Suara sorak dan tawa pecah di lapangan terbuka STMIK Methodist Binjai pada Jumat (16/8). Tali tambang besar terulur di tengah lapangan, menandai momen puncak lomba tarik tambang yang selalu menjadi magnet perhatian. Mahasiswa berteriak penuh semangat, urat tangan menegang, kaki menancap erat tanah yang perlahan berdebu. Dalam hitungan detik, tubuh-tubuh itu tertarik maju-mundur, menahan beban lawan. Ketika akhirnya satu kelompok berhasil menghempaskan tim lawan melewati garis, riuh sorak bergemuruh, seakan menggetarkan suasana kemerdekaan itu sendiri.

Momen dramatis tarik tambang ini menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa. Bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol kekuatan persatuan: menang diraih bukan oleh yang paling kuat seorang diri, melainkan oleh mereka yang mampu melangkah seirama, menarik sekuat hati bersama-sama.

Kebersamaan itu sejak pagi telah terasa. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Ketua Pembina Yayasan, Bapak Peterus, M.H., yang menandai perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia bertema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Usai upacara singkat, lapangan segera berubah menjadi arena kebahagiaan: pertandingan bulu tangkis, futsal, lomba makan kerupuk, hingga tarik tambang mengisi waktu hingga sore hari.

Meski digelar pada masa libur perkuliahan, mahasiswa tetap hadir dengan antusias. Sorak sorai terdengar di setiap sudut, memperlihatkan bagaimana semangat kemerdekaan masih hidup di hati generasi muda.

Ketua STMIK Methodist Binjai, Reza Alamsyah, mengungkapkan kebahagiaannya melihat kebersamaan yang tercipta. “Sangat bahagia melihat mahasiswa dan dosen dengan sportif, penuh canda dan tawa, menyelesaikan setiap perlombaan. Harapan saya, kebersamaan ini kekal untuk maju bersama dalam kehidupan perkuliahan,” ujarnya.

Perayaan ini bukan sekadar hiburan tahunan. Di balik kerupuk yang digantung dan tali tambang yang terentang, tersimpan makna tema HUT RI ke-80: persatuan untuk kedaulatan, kesejahteraan rakyat, dan kemajuan bangsa. Sama seperti mahasiswa STMIK Methodist Binjai yang berjuang bersama dalam setiap lomba, demikian pula Indonesia diharapkan melangkah: bersatu dalam perbedaan, kuat menghadapi tantangan, dan maju menuju masa depan yang lebih gemilang.

Lindra Mulfanis Raih Juara Pertama di FIMO Fun Run 5K 2025

Lindra Mulfanis Raih Juara Pertama di FIMO Fun Run 5K 2025

Binjai – Derap kaki ratusan peserta memecah kesunyian pagi di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai, Minggu (25/5/2025). Sebanyak 310 pelari dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum, berkumpul di halaman STMIK Methodist Binjai untuk mengikuti ajang FIMO Fun Run 5K 2025. Dengan mengusung tema “Menciptakan pola hidup sehat dengan berolahraga,” kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah kebugaran, tetapi juga sarana kebersamaan dan eksistensi kampus di tengah masyarakat.

Start dimulai pukul 07.00 WIB. Peserta berlari melewati empat pos yang membentang dari Jalan Jenderal Gatot Subroto hingga Jalan Cokelat, sebelum akhirnya kembali ke garis finis di halaman kampus. Sorak-sorai penonton menyemangati setiap pelari yang mulai kelelahan di kilometer terakhir.

Namun di tengah riuh rendah itu, satu nama mencuri perhatian: Lindra Mulfanis, mahasiswa yang akhirnya keluar sebagai juara pertama.

Kisah Dramatis di Kilometer Terakhir

Perjalanan Lindra tidak mudah. Ia sempat tertinggal di Pos 2, saat napasnya mulai tersengal dan langkahnya melambat. “Saya hampir menyerah waktu itu. Kaki terasa berat, dan saya lihat beberapa peserta sudah melewati saya,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca usai menerima medali.

Namun, ingatan akan latihan keras setiap sore di lapangan kampus membuatnya bangkit. Lindra menambah kecepatannya, menyalip satu demi satu peserta, hingga akhirnya berhasil memimpin di kilometer terakhir. “Saya ingat pesan pelatih: ‘juara bukan soal siapa yang paling cepat di awal, tapi siapa yang bertahan sampai akhir.’ Itu yang membuat saya kembali berlari dengan sisa tenaga,” ujarnya penuh haru.

Sorakan penonton semakin menggema ketika Lindra memasuki garis finis. Tangannya terangkat tinggi, senyumnya merekah, dan peluh bercucuran. Baginya, momen ini bukan sekadar kemenangan, melainkan bukti bahwa tekad mampu menaklukkan rasa lelah.

Lebih dari Sekadar Lomba

FIMO Fun Run 5K 2025 tak hanya menghadirkan persaingan sengit. Acara juga diramaikan dengan bazar kuliner, mulai dari McDonald’s, Es Teler Sultan Landy, hingga Sate Padang Bang Heri Methodist Binjai. Kehadiran bintang tamu sekaligus MC, Joda Daha, menambah semarak suasana, terutama saat pengundian lucky draw yang membuat peserta antusias hingga akhir acara.

Ketua Panitia, Yesa Nabila, menyebut kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk ajang lari, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam menciptakan gaya hidup sehat. “Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, sadar pentingnya olahraga, sekaligus melihat STMIK Methodist Binjai sebagai kampus yang aktif dan inovatif,” katanya.

Para Juara

Selain Lindra Mulfanis sebagai juara pertama, podium juga ditempati Riski Bastanta Keliat di posisi kedua dan Ozcah Natanael Sijagat di posisi ketiga. Sementara itu, predikat Harapan diraih oleh Andjar Prabudhy Simatupang (Harapan 1), Diven Agel Cristo Kembaren (Harapan 2), dan Muhammad Idhafi Harahap (Harapan 3).

Bagi Lindra, kemenangan ini adalah awal. “Hari ini saya membuktikan pada diri saya sendiri bahwa batas itu ada untuk dilewati,” katanya, sebelum menutup ucapannya dengan senyum penuh syukur.

Pakar Hukum DPC PERADI Binjai-Langkat Edukasi Mahasiswa STMIK Methodist Binjai soal Etika dan Hukum Dunia Digital

Pakar Hukum DPC PERADI Binjai-Langkat Edukasi Mahasiswa STMIK Methodist Binjai soal Etika dan Hukum Dunia Digital

Binjai, 6 Februari 2024 — Perkembangan teknologi informasi yang melaju pesat dalam dua dekade terakhir telah mengubah wajah dunia modern. Namun di balik segala kemudahan yang ditawarkan, tersembunyi tantangan hukum yang kian kompleks. Menyadari urgensi tersebut, STMIK Methodist Binjai menggelar seminar bertema “Etika dan Aspek Hukum dalam Teknologi Informasi” yang menghadirkan para praktisi hukum dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI Binjai-Langkat.

Acara ini menghadirkan Luri Neri Tarigan, S.H., M.H., selaku Sekretaris DPC PERADI Binjai-Langkat, serta Arif Budiman Simatupang, S.H., yang keduanya dikenal aktif menangani kasus-kasus berkaitan dengan hukum siber. Seminar dipandu oleh Metta Dina Gloria, S.E., M.M., dan dimoderatori oleh Faisal Sazli Siagian, S.H.

Reza Alamsyah, M.Kom., selaku Ketua STMIK Methodist Binjai, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan respons atas masifnya eskalasi kejahatan digital seperti peretasan, penyebaran hoaks, pelanggaran data pribadi, hingga penipuan daring.

“Mahasiswa teknologi informasi bukan hanya dituntut menguasai aspek teknis, namun juga harus memahami koridor hukum dan etika penggunaan teknologi. Tanpa pemahaman menyeluruh, mereka berisiko menjadi pelaku pelanggaran hukum tanpa disadari,” tegas Reza.

Dalam paparannya, Luri Neri Tarigan menekankan pentingnya literasi hukum di kalangan mahasiswa IT. Ia menyebut bahwa pengembangan sistem atau aplikasi tanpa kesadaran hukum dapat menjurus pada pelanggaran pidana, misalnya dalam penyalahgunaan data pengguna atau pengabaian terhadap ketentuan hak cipta.

Arif Budiman Simatupang melanjutkan dengan menjelaskan berbagai bentuk kejahatan digital yang tengah marak, termasuk manipulasi data, pencurian identitas, dan penyebaran informasi palsu. Menurutnya, kolaborasi antara insan teknologi dan aparat hukum menjadi kunci utama dalam mitigasi kejahatan siber.

“Hukum dalam ruang digital bukan sekadar norma tertulis, tapi juga bagian dari sistem pengamanan ekosistem teknologi. Mahasiswa perlu memahami batasan legal sejak dini untuk membangun solusi digital yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Seminar ini mendapat respons antusias dari mahasiswa yang hadir. Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang disampaikan membuka perspektif baru mengenai tanggung jawab hukum dalam praktik pengembangan teknologi.

“Selama ini kami fokus belajar coding dan pengembangan sistem, tapi minim pembahasan tentang sisi hukumnya. Ternyata, ada banyak aspek legal yang tak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar seminar, kegiatan ini menjadi wahana edukatif sekaligus reflektif bagi mahasiswa untuk memahami konsekuensi hukum dari aktivitas digital yang mereka lakukan sehari-hari.

Analisis Ilmiah: Interdisipliner Hukum dan Teknologi

Fenomena kejahatan siber tidak dapat dipandang hanya dari sudut pandang teknologi semata. Secara ilmiah, pendekatan interdisipliner yang menggabungkan ilmu hukum, etika, dan teknologi informasi menjadi penting dalam membentuk profesional IT yang tidak hanya kompeten, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan legal. Hal ini sejalan dengan teori Techno-Ethical Convergence, yang menekankan bahwa keberlanjutan inovasi digital bergantung pada integrasi nilai-nilai etika dan regulasi hukum sejak tahap perancangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, STMIK Methodist Binjai menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam hal teknis, tetapi juga sadar hukum dan beretika digital. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar secara berkala dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor hukum, pemerintahan, dan industri teknologi.

STMIK Methodist Binjai Gelar Pelatihan Profesionalisme Lamaran Kerja: Bekal Strategis Hadapi Dunia Kerja

STMIK Methodist Binjai Gelar Pelatihan Profesionalisme Lamaran Kerja: Bekal Strategis Hadapi Dunia Kerja

Binjai, 16 April 2025 — Dalam upaya memperkuat kesiapan lulusan menghadapi persaingan di dunia kerja, STMIK Methodist Binjai menyelenggarakan pelatihan bertema “Menyusun Surat Lamaran Kerja dan CV yang Profesional” di Ruang Seminar Lantai 2, Kampus STMIK Methodist Binjai, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Bandar Senembah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (16/4) ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai program studi.

Pelatihan menghadirkan Irwan Jani Tarigan, M.Kom, dosen sekaligus praktisi pendidikan, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Irwan menggarisbawahi pentingnya dokumen lamaran kerja sebagai representasi awal identitas profesional seorang pelamar.

“Surat lamaran dan CV bukan hanya syarat administratif, tapi juga medium komunikasi yang mencerminkan kompetensi, integritas, dan cara berpikir sistematis pelamar. Sayangnya, banyak lulusan potensial gagal lolos seleksi awal karena penyusunan dokumen yang asal-asalan,” tegas Irwan.

Acara dipandu oleh Riandy Yap, M.Kom, selaku panitia pelaksana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan employability skills mahasiswa STMIK Methodist Binjai, sejalan dengan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga adaptif terhadap dinamika pasar kerja.

“Kami ingin lulusan kami siap bersaing, bukan hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga dengan citra profesional yang kuat. Itulah mengapa pelatihan seperti ini menjadi agenda rutin,” ujar Riandy.

Dari Teori ke Praktik: Membangun Personal Branding Sejak Dini

Pelatihan ini tak hanya menyajikan teori seputar format dan isi surat lamaran dan CV yang efektif, tetapi juga memberikan ruang praktik langsung. Mahasiswa diajak menulis dokumen lamaran mereka secara nyata dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber, mulai dari aspek struktur, pemilihan diksi, hingga bagaimana menonjolkan unique selling point secara strategis.

Respon peserta pun sangat positif. Banyak yang mengaku lebih percaya diri setelah mengetahui cara menyusun dokumen lamaran yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik secara visual dan isi.

“Kami jadi tahu bagaimana menyampaikan kelebihan kami dengan bahasa yang profesional dan ringkas. Ini pelatihan yang benar-benar membuka wawasan,” ujar salah satu peserta.

Analisis Ilmiah: Profesionalisme Dokumen sebagai Bagian dari Career Readiness

Secara ilmiah, keberhasilan seorang lulusan dalam memasuki dunia kerja tidak semata ditentukan oleh hard skills, namun juga oleh career readiness, yaitu kesiapan individu secara komprehensif untuk terjun ke dunia profesional. Menurut National Association of Colleges and Employers (NACE), kemampuan menyusun dokumen lamaran yang efektif termasuk dalam kategori career management, yakni keterampilan dalam mengidentifikasi, menyampaikan, dan memasarkan nilai profesional secara sistematis.

Lebih lanjut, dalam kerangka Human Capital Theory, pelatihan seperti ini berkontribusi terhadap peningkatan nilai diri mahasiswa sebagai “modal manusia” (human capital) yang siap pakai, mengingat perusahaan saat ini semakin selektif dalam menilai aspek non-teknis calon karyawan, termasuk komunikasi tertulis dan kesadaran akan personal branding.

STMIK Methodist Binjai berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan diri berbasis praktik nyata agar para lulusannya tidak hanya siap secara keilmuan, tetapi juga unggul dalam membangun citra profesional yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Berita Terkait:

https://medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2025/04/17/188945/mahasiswa_stmik_methodist_binjai_dibekali_keterampilan_susun_surat_lamaran_dan_cv_profesional/
https://sumutpos.jawapos.com/pendidikan/2375891701/mahasiswa-stmik-methodist-binjai-dibekali-keterampilan-menyusun-surat-lamaran-dan-cv-profesional